PWI Riau Kirim Anggota DKP Ikuti Pelatihan Ahli Pers

PEKANBARU - PWI Riau mengirimkan anggota Dewan Kehormatan Provinsi H Kazzaini KS untuk mengikuti Pelatihan Ahli Pers di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

       Kazzaini yang merupakan salah seorang wartawan senior di Riau akan bergabung bersama 40 orang wartawan peserta se-Indonesia di Hotel Luwansa Jalan G Obos Palangka Raya, 3-5 Juli 2018.

      Sebagai narasumber Pelatihan Ahli Pers tersebut antara lain Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Kombes Pol W Marbun (Mabes Polri), Ilham Bintang dan Wina Armada Sukardi (Ketua dan Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat). Kemudian ditambah Margiono dan Hendry Chairudin Bangun (Ketua Umum dan Sekretaris Jendral PWI Pusat).

        Kepastian kehadiran ahli hukum dan Pers ke Kota Cantik Palangka Raya  Bumi Tambun Bungai dan Pancasila itu dikatakan H Sutransyah sebagai Penanggungjawab Pelatihan Sabtu (30/6) sore lalu, pada rapat evaluasi kesiapan pelaksanaan di balai wartawan.

     Menurut Sutransyah, mantan Ketua Umum HMI dan KAHMI Wilayah Kalteng ini,  tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu wartawan dalam pendampingan yang tersangkut hukum.


      "Saat ini perlu sekali banyak ahli pers, untuk membantu wartawan yang tersangkut hukum dalam karya jurnalistiknya. Tentunya, yang dibantu yang karya jurnalistiknya sesuai  kode etik dan UU Pers Nomor 40 tahun 1999," kata Sutransyah.

      Dalam pelatihan ini, tambah Sutransyah yang juga Ketua PWI Kalteng, diisi juga dengan berbagai studi kasus, bedah kasus dan simulasi persidangan yang langsung dipandu Mahkamah Agung dan Mabes Polri.

    Terkait pendanaan dalam kegiatan, berasal bantuan Pemerintah Provinsi Kalteng tahun anggaran tahun 2018. Untuk itu disampaikan terima kasih, karena setiap tahun PWI Kalteng selalu mendapat alokasi dari Pemprov Kalteng.

      "Kami berharap peserta benar-benar dan serius mengikuti setiap materi. Nanti mendapat sertafikat, dimana kalau saja peserta satu saja materi tidak mengikuti , maka tidak mendapatkan sertifikat  sebagai ahli pers  pendamping wartawan terkait hukum," tutup Sutransyah. (rls)